Laporan  Kusman Rusmana, Humas FISIP Unpad

[pps.fisip.unpad.ac.id, 14/08/20234 Bandung – Rabu, 14 Agustus 2024 (18.30) Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan sidang Promosi Doktor, pada kesempatan ini Dadan Suradipura yang merupakan mahasiswa Doktoral Program Studi Hubungan Internasional resmi menyandang gelar Doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan sidang promosi.

Promovendus Promovendus dilahirkan di Jayapura pada tanggal 8 Maret 1973 dari pasangan Bapak Ruchiyat Suryawinata (Alm.) dan Ibu Siti Masitoh sebagai anak pertama dari 4 bersaudara. Pernikahannya dengan Dr. Arianis Chan, S. IP., M.Si telah dikaruniai 2 (dua) orang anak yaitu Akhtar Kennard Suryadipura dan Farand Athaya Suryadipura.

Riwayat Pendidikan:

1.         SD diselesaikan pada tahun 1986 di SDN Sejahtera VI Bandung;

2.         SMP diselesaikan di SMPN 5 Bandung pada tahun 1989,

3.         SMA diselesaikan di SMAN 3 Bandung pada tahun 1992;.

4.         Jenjang Pendidikan Sarjana di selesaikan di Universitas Padjadjaran pada tahun 1998;

5.         Program Magister diselesaikan pada tahun 2015 di Program Pasca Sarjana FISIP Universitas Padjadjaran dan

6.         pada semester Genap 2020/2021 mulai masuk kuliah Program Doktoral Hubungan Internasional Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik di Universitas Padjadjaran Bandung

Riwayat Jabatan/Pekerjaan

1.         Sekretaris Program Studi pada Program Sarjana Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Padjadjaran (2015-2018);

2.         Ketua Program Studi pada Program Sarjana Prodi Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Padjadjaran (2018-2020);

3.         Dosen Tetap di Program Studi Hubungan Internasional FISIP Universitas Padjadjaran (2000 – sekarang).

Disertasi yang diujikan menurut Dadan Suryadipura Indonesia merupakan negara yang masih bergantung pada fossil fuel yaitu minyak bumi, batu bara, dan gas alam. Hal ini terlihat jelas dalam kehidupan sehari-hari, di sektor transportasi masyarakat Indonesia sangat bergantung terhadap bahan bakar bensin seperti Pertalite, Pertamax, dan lain-lain, di sektor kelistrikan, masyarakat Indonesia masih sangat bergantung pada PLTU yang berbahan bakar batu bara, serta gas alam yang diperlukan bagi sektor manufaktur dan rumah tangga.

Tingginya penggunaan fossil fuel atau unrenewable energy ini dalam menggerakkan perekeonomian nasional mendapat sorotan dari komunitas internasional terutama dari negara-negara maju yang peduli perubahan iklim global, khususnya dalam penggunaan batu bara yang menghasilkan emisi karbon berupa gas rumah kaca yang cukup tinggi. Komunitas internasional terutama negara-negara yang terlibat dalam Paris Agreement berupaya untuk mewujudkan tujuan pencapaian suhu iklim global di bawah 2 derajat celcius. Dalam pencapaian target tersebut maka pada COP26 yang diselenggarakan di kota Glasgow pada tahun 2021 disepakati agar negara-negara melakukan transisi energi global hingga tahun 2060 bagi negara-negara berkembang dan 2050 bagi negara-negara maju termasuk menyepakati dihentikannya penggunaan PLTU berbahan bakar batu bara yang tertuang dalam Coal Phase Out Statement.

Tentunya, Indonesia memiliki komitmen dan kepedulian yang kuat dalam hal penanggulangan perubahan iklim global. Atas dasar tersebut Indonesia berpartisipasi dalam mengimplementasikan Coal Phase-Out Statement dalam kebijakan energi nasionalnya. Indonesia menyadari bahwa implementasi transisi energi global ini dan coal phase-out statement bukanlah persoalan yang mudah. Oleh karena itu, Indonesia meminta dukungan dari berbagai pihak terutama negara-negara maju dalam mewujudkan program transisi energi nasionalnya. Hal ini dilakukan karena Indonesia pada dasarnya tidak memiliki anggaran atau dana yang memadai bagi terlaksananya program tersebut. Selain itu Indonesia belum memiliki sumber daya baik manusia maupun teknologi yang memadai dalam mendukung keberhasilan program ini.

Tahap Pertama Transisi Energi Indonesia sedang berjalan dan beberapa kebijakan dan program kerja terkait telah diselenggarakan. Namun demikian, proses implementasi yang sedang berlangsung ini tidak terlepas dari hambatan dan tantangan. Oleh karena itu, adalah penting untuk mengetahui bagaimana program transisi energi berjalan termasuk implementasi coal pahse-out statement.

Penelitian ini menghadirkan kontribusi signiRikan dalam pemahaman keamanan energi dan transisi energi Indonesia, khususnya dalam coal phase-out statement. Dalam penelitian-penelitian sebelumnya transisi energi dibahas dalam konteks energi alternatif, lingkungan, ataupun ekonomi, penelitian ini mengeksplorasi keamanan energi dan transisi energi dari perspektif hubungan internasional.

Dengan memperluas pandangan konsep keamanan energi yang tidak hanya menggunakan inward looking melainkan juga menggunakan forward looking, maka penggunaan perspektif hubungan internasional dalam analisis keamanan energi dimungkinkan. Dengan demikian dimensi-dimensi tradisional dalam keamanan energi dapat menyertakan elemen-elemen faktor internasional.

Penelitian ini pun perlu menetapkan dan menambahkan dimensi yang terlepas dari dimensi tradisional keamanan energi yaitu availability, affordability, dan sustainability. Dalam penelitian ini, dengan menyoroti dan memfokuskan pada sejumlah fenomena penyelesaian masalah-masalah energi dalam lingkup bilateral, multilateral, regional, dan global maka dimensi governance menjadi pilihan sebagai dimensi tambahan dalam membangun pendekatan keamanan energi dalam penelitian ini.

Dengan demikian, penelitian ini memberikan kontribusi berharga terutama dalam menyajikan pandangan alternatif dalam konteks keamanan energi dengan menghadirkan dimensi governance selain dimensi-dimensi tradisional.

Sidang Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Prof. Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Dr. Wawan Budi Darmawan, SIP.,M.Si , Ketua Promotor Prof. Dr. Arry Bainus, M.A. Anggota Tim Promotor Prof. Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata. Dr. Wawan Budi Darmawan, SIP.,M.Si serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Dr. Arfin Sudirman, S.IP., M.A.IR. Dr. Akim, S.IP., M.Si. Dr. Windy Dermawan, S.IP., M.Si, Representasi Guru Besar Prof. Muhammad Benny Alexandri, SE., MM. Disertasi yang disusun berjudul “Keamanan Energi Indonesia Menuju Transisi Energi Global 2060: Upaya Indonesia Dalam Mengimplementasikan Coal Phase-Out Statement” yang dinyatakan lulus dengan predikat “Sangat Memuaskan” Selamat atas diraihnya gelar Doktor  kepada Dr. Dadan Suryadipura Semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan Intansi tempat bekerja