Laporan  Kusman Rusmana, Humas FISIP Unpad

[pps.fisip.unpad.ac.id, 14/08/2024] Bandung – Rabu , 14 Agustus 2024 (15.30), Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan sidang Promosi Doktor, pada kesempatan ini Mahendra Fakhiri, yang merupakan mahasiswa Doktoral Program Studi Ilmu Administrasi Peminatan Administrasi Bisnis resmi menyandang gelar Doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan sidang promosi.

Promovendus di Riyadh tanggal 17 Juli 1986, putra pertama dari Alm. H. Khaidir Mat Wafa dan Hj. Rohayati. Promovendus sudah berkeluarga dengan Istri yang bernama Fika Adhitya Wanodya, memiliki tiga orang Anak, Akia Adha Putra Fadya, Alm. Akio Asyura Putra Fadya, dan Aisyarah Putri Fadya. Riwayat pendidikan Promovendus, SD, SMP, SMA di Pekanbaru, Riau. Jenjang pendidikan tinggi S1 Ekonomi Manajemen di Universitas Islam Bandung lulus tahun 2007, S2 Magister Administrasi Bisnis di SBM-ITB lulus tahun 2010, dan pada tahun 2018 Promovendus mulai menempuh jenjang pendidikan S3 pada Program Doktor Ilmu Administrasi peminatan Administrasi Bisnis, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran, Bandung.

Disertasi yang diujikan menurut Mahendra Fakhiri, Kinerja merupakan merupakan sebuah bentuk pencapaian dari semua usaha yang dilakukan oleh individu maupun kelompok dalam rangka mencapai suatu tujuan. Kinerja adalah keberhasilan dalam meraih suatu hasil dari sekelompok karyawan dan manajer yang bertanggung jawab terhadap suatu tugas dan fungsi dalam jangka waktu tertentu (Harvey & Bowin, 1996). Kinerja merupakan hasil akhir dari suatu kegiatan (Robbins, 2017). Optimalisasi kinerja suatu organisasi bergantung terhadap banyak hal, kinerja dapat berupa hasil akhir yang diperoleh individu maupun kelompok. Bentuk hasil akhir kinerja juga bergantung kepada masing-masing organisasi seperti kinerja perusahaan, kinerja pelayanan, perilaku kinerja individu, kinerja gugus tugas, dan kinerja tim.

Kinerja yang positif didapat dari berbagai macam pengaruh perilaku dari karyawan seperti employee engagement, dimana menurut Anitha (2014), Chen & Peng (2021), dan Krishnaveni & Monica (2018) mengatakan bahwa employee engagement memiliki pengaruh yang positif dan signfikan dalam mendorong kinerja karyawan dalam suatu organisasi.

Employee engagement merupakan cara kerja karyawan untuk melibatkan diri secara penuh terhadap pekerjaan, memiliki rasa antusias mengerjakan tugas-tugas yang ada, dan memiliki rasa puas diri dalam menyelesaikan setiap pekerjaan atau tugas-tugas yang diberikan. Rich et al. (2010) menjelaskan bahwa employee engagement terkait dengan keterikatan terhadap pekerjaan dan rasa antusias terhadap pekerjaan yang dilakukan. The Gallup Organization mendefinisikan keterikatan dengan bentuk karyawan yang melibatkan diri, antusias, memiliki komitmen terhadap pekerjaannya dan yang berkontribusi positif terhadap organisasi (Gallup, 2013). Karyawan yang memiliki keterikatan terhadap perusahaan cenderung memiliki rasa semangat yang tinggi dalam bekerja, dan menyisihkan waktu untuk fokus terhadap pekerjaan.

Kondisi employee engagement yang baik atau positif dapat menumbuhkan organizational citizenship behavior (OCB) pada diri karyawan (Jung et al., 2020; Morton et al., 2019; Whittington et al., 2017). Organizational Citizenship Behavior (OCB) merupakan suatu bentuk perilaku kebijaksanaan yang ada dalam diri seseorang yang bukan suatu bentuk kewajiban atau keharusan yang berkontribusi terhadap lingkungan sosial, psikologikal di dalam lingkungan kerja. Karyawan dengan OCB yang baik bersedia untuk melakukan suatu pekerjaan dengan sangat baik dan melebihi harapan yang ada (Robbins & Judge, 2018). Dalam literatur lain, OCB juga dapat digunakan untuk memprediksi kinerja karyawan, keputusan pemberian penghargaan dan berbagai hal terkait pelepasan karyawan seperti pergantian karyawan, niat keluar pekerjaan dan ketidakhadiran karyawan (Podsakoff et al., 2009).

Keberhasilan kinerja, employee engagement dan organizational citizenship behavior dapat dipengaruhi oleh kepemimpinan, di mana salah satunya yaitu servant leadership. Kepemimpinan memegang peranan penting dalam menjalankan sebuah organisasi, pemimpin dapat membawa organisasinya mengarah kepada keberhasilan dalam pemenuhan tujuan organisasi dan sebaliknya pemimpin juga dapat membawa organisasi jauh dari tujuan yang diharapkan (De Clercq et al., 2014; Jung et al., 2020; van Dierendonck, 2011). Servant leadership merupakan sebuah gaya kepemimpinan yang diinisiasi oleh Robert K. Greenleaf pada tahun 1970. Greenleaf memaknai servant leadership sebagai sebuah cara memimpin dengan prinsip memberikan layanan terlebih dahulu. Ide utama yang mendasari servant leadership yaitu pemimpin sebagai pelayan memiliki perilaku yang berbudi luhur dan bermoral sebagai cara untuk mengembangkan potensi dan kemampuan bawahannya serta mengedepankan kepentingan para bawahan dibanding kepentingan pribadi (Greenleaf, 1970; Liden et al., 2008; van Dierendonck, 2011). Servant leadership memiliki karakteristik yang diidentifikasi oleh Spears (2002) melalui tulisan Greenleaf yaitu: Listening, Empathy, Healing, Awareness, Persuasion, Conceptualization, Foresight, Stewardship, Commitment to the growth of people, Building community.

Penelitian ini berfokus pada karyawan perusahaan PT PNM Mekaar Bandung. Profil karyawan di Mekaar ini merupakan salah satu pertimbangan peneliti dalam memutuskan untuk melakukan penelitian di perusahaan ini, keunikan yang dimiliki oleh karyawan Mekaar terletak pada karekteristik anggotanya yang keseluruhannya merupakan perempuan yang juga dipimpin oleh perempuan. Karakteristik karyawan dengan jenis kelamin perempuan ini merupakan syarat utama yang ditetapkan oleh perusahaan Mekaar, hanya sedikit terdapat karyawan laki-laki dalam struktur organisasinya, dan penempatan karyawan laki-laki hanya pada level manajerial tertentu. Peneliti memfokuskan kepemimpinan pelayanan (servant leadership) sebagai topik utama penelitian sekaligus peneliti ingin mengetahui apakah model servant leadership ini cocok dengan karakteristik khusus tadi. Peneliti juga memfokuskan penelitian pada level karyawan Account Officer (bawahan) dan karyawan Senior Account Officer (pengawas). Penelitian ini dirangkum dalam enam rumusan masalah yaitu:

1.      Bagaimana pengaruh Servant Leadership terhadap Organizational Citizenship Behavior pada karyawan Mekaar PT PNM Persero Bandung?

2.      Bagaimana pengaruh Servant Leadership terhadap Employee Engagement pada karyawan Mekaar PT PNM Persero Bandung?

3.      Bagaimana pengaruh Employee Engagement terhadap Organizational Citizenship Behavior pada karyawan Mekaar PT PNM Persero Bandung?

4.      Bagaimana pengaruh Employee Engagement terhadap Kinerja Karyawan pada

         karyawan Mekaar PT PNM Persero Bandung?

5.      Bagaimana pengaruh Organizational Citizenship Behavior terhadap Kinerja Karyawan pada karyawan Mekaar PT PNM Persero Bandung?

6.      Bagaimana pengaruh tidak langsung (indirect effect) Servant Leadership terhadap Kinerja Karyawan melalui Employee Engagement dan Organizational Citizenship Behavior sebagai variabel mediasi?

Sidang Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Prof. Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Dr. H. R. Anang Muftiadi, S.E., M.Si, Ketua Promotor . Prof. Dr. Drs. H. Sam’un Jaja Raharja, M.S Anggota Tim Promotor  Dr. Margo Purnomo, M.M, Rivani, S.IP., M.M., DBA. Tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Dr. Drs. Iwan Sukoco, M.Si, Dr. Drs. Rusdin Tahir, M.S. Dr. Herwan A.Muhyi, S.IP.,M.Si. Representasi Guru Besar Prof. Dr. H. Nandang Alamsah D., S.H., S.AP., M.Hum Disertasi yang disusun berjudul “PENGARUH KEPEMIMPINAN PELAYANAN, PERILAKU KEWARGAAN ORGANISASI DAN KETERIKATAN KARYAWAN TERHADAP KINERJA KARYAWAN Studi pada Karyawan Account Officer MEKAAR PT PNM PERSERO BANDUNG TAHUN 2019-2020” yang dinyatakan lulus dengan predikat “ Sangat Memuaskan” Selamat atas diraihnya gelar Doktor  kepada Dr. Mahendra Fakhiri. Semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan Intansi tempat bekerja.