Laporan Kusman Rusmana, Humas FISIP Unpad
[pps.fisip.unpad.ac.id, 12-08-2024] Bandung – Senin, 12 Agustus 2024 (13.30), Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan sidang Promosi Doktor, pada kesempatan ini Muhammad Sahrul,yang merupakan mahasiswa Doktoral Program Studi Kesejahteraan Sosial ,resmi menyandang gelar Doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan sidang promosi.
Promovendus dilahirkan di Bima pada tanggal 01 Januari 1991 dari pasangan Bapak Dirhan dan Ibu Tamuriah, sebagai anak keenam dari 6 (enam) bersaudara. Merupakan seorang suami dari Ibu Yunita Satriani, S.Pd. Mempunyai satu anak yaitu Khalisa Meira Walidah.
Riwayat Pendidikan : Pendidikan SD diselesaikan pada tahun 2003 di SDN 1 Ncera Kabupaten Bima, SMP diselesaikan pada tahun 2006 di SMPN 1 Woha Kabupaten Bima, SMA diselesaikan pada tahun 2009 di SMAN 1 Woha Kabupaten Bima, Jenjang pendidikan Sarjana lulus pada tahun 2013 di Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta, Program Magister Ilmu Administrasi diselesaikan tahun 2015 di Universitas Muhammadiyah Jakarta dan pada semester genap tahun akademik 2020/2021 masuk kuliah Program Doktor Kesejahteraan Sosial, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran Bandung. Riwayat Jabatan/Pekerjaan, pada tahun 2013 bergabung di Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat Universitas Muhammadiyah Jakarta, pernah menduduki jabatan sebagai : 1). Staf Bidang Penelitian pada tahun 2013-2015; 2) Koordinator Bidang Penelitian pada tahun 2016 – 2021; 3). Ketua Program Studi Ilmu Kesejahteraan Sosial FISIP Universitas Muhammadiyah Jakarta pada tahun 2021 – Sekarang.
Disertasi yang diujikan menurut Muhammad Sahrul, Pada bidang pelayanan manusia seperti lembaga kesejahteraan sosial anak (LKSA) sumber daya manusia (SDM) seperti staf dan pimpinan merupakan sumber daya yang paling penting untuk memaksimalkan produktivitas dan efektivitas lembaga, karena sumber daya manusia merupakan faktor penting dilingkungan internal organisasi layanan manusia sebagai kerangka kerja pengorganisasian dan pengelolaannya (Kettner, 2013). Betapapun majunya teknologi, perkembangan informasi, tersedianya modal serta penunjang lainnya jika tanpa sumber daya manusia, sulit bagi organisasi dalam mencapai tujuannya (Edy, 2011). Mengingat bahwa kekuatan utama organisasi layanan manusia seperti LKSA bukan terletak pada sumber daya mesin atau yang lainnya melainkan pada manusianya itu sendiri dan untuk mencapai itu maka sumber daya manusia harus dapat dikelola dengan baik dan pengelolaanya melibatkan fungsi utama manajemen sumber daya manusia pada organisasi layanan manusia, hal tersebut sebagaimana yang dikemukakan oleh (Patti, R. J., Pecora, 2009) sebagai berikut : (1). Rekrutmen, penyaringan, dan seleksi pekerja sosial dan personel lainnya. (2). Spesifikasi dan alokasi tugas pekerjaan untuk merancang deskripsi posisi dan pola dan persyaratan staf. (3). Merancang dan melakukan penilaian kinerja. (4). Mengorientasikan, melatih, dan mengembangkan staf. (6). Mengawasi dan melatih kinerja tugas yang sedang berlangsung dan menangani masalah kinerja staf. Lebih lanjut, (Žgane, 2008) mengemukakan bahwa kegiatan organisasi pelayanan manusia akan sangat menentukan, tergantung pada kualitas manajemen sumber daya manusia dengan memperhatikan aspek fungsi utama tersebut serta membantu dalam manajemen stres.
Namun kondisi ideal sebagaimana yang dikemukakan diatas berbanding terbalik dengan kenyataannya sebagaimana yang kemukakan oleh (Raharjo, 2002) bahwa sebagian besar dari organisasi sosial tersebut dikelola secara tradisional, dalam arti bahwa secara struktur serta penyelenggaraannya masih bercirikan tradisional yang didominasi dan dikelola secara kekeluargaan dengan dorongan altruistik semata. Akibat dari tidak idealnya pengelolaan sumber daya manusia pada LKSA maka terdapat berbagai masalah terutama pada aspek sumber daya manusianya antara lain ; 1) Masih banyak yang belum memenuhi standarisasi pengasuhan anak. 2). Kesulitan dalam penyajian informasi, karena tidak memiliki database serta pengelolaanya hanya mencatat pada buku besar (cara manual). 3). Masih adanya kelemahan dalam pendampingan yang berkaitan dengan standar menentukan respon yang tepat. 4). Rasio anak dan SDM yang tidak sebanding. 5). Kompetensi sumber daya manusia yang masih belum memenuhi standar yang berakibat buruk kualitas pelayanan dan manajemen. 6). Tingkat pendidikan sebagian besar sumber daya manusia yang bersangkutan adalah lulusan perguruan tinggi tetapi tidak memiliki latar belakang pendidikan sebagai pekerja sosial.
Masalah yang diuraikan diatas terdapat pada LKSA baik yang diselenggarakan oleh pemerintah maupun masyarakat termasuk yang berada dibawah naungan organisasi berbasis keagamaan. Pada konteks pelayanan sosial anak yang diselenggarakan oleh organisasi berbasis keagamaan memiliki masalah yang sama bahkan dalam satu riset memberikan rekomendasi perlu dikembangkan penelitian manajemen di LKSA keagamaan agar dapat diupayakan suatu desain standar manajemen sumber daya manusia sehingga memiliki model spesifik pengelolaan sumber daya manusia yang khas pada LKSA berbasis agama, mengingat secara kuantitas keberadaan LKSA berbasis agama cukup banyak namun disisi yang lain masih mengalami tantangan tersendiri kaitan dengan kualitas pengelolaan dari berbagai aspek. Padahal kehadiran organisasi keagamaan dalam pemberian pelayanan sosial telah lama dilakukan sebagaimana dikemukakan beberapa studi Studi tentang FBO dalam konteks layanan sosial yang menekanakan bahwa FBO lebih baik dibandingkan dengan organisasi sekuler dalam layanan yang mereka berikan, karena memberikan jangkauan layanan yang terfokus dengan dilandasi nilai keagamaan yang diyakininya. FBO semakin terlibat dalam menyediakan berbagai layanan di masyarakat dan keterlibatan tersebut akan lebih meningkat di masa yang akan datang. Program berbasis agama dan pemberian layanan sosialnya tersebut bahwa mereka merasa diperhatikan, diperlakukan sebagai orang yang penting dan berharga.
Organisasis berbasis keagamaan memberikan penekanan bahwa nilai – nilai keagamaan yang mereka yakini serta perjuangkan merupakan jalan solusi untuk memecahkan masalah sosial yang ada di masyarakat sebagaimana yang dikemukakan Cole dalam (Lendriyono, 2017). Kaitan dengan hal tersebut (Bielefeld & Cleveland, 2013) menjelaskan lebih lanjut dalam temuan risetnya bahwa ekspresi agama terkait dengan ketentuan pelayanan sosial memberikan penekanan untuk memahami dan menjelaskan peran agama sebagai komponen organisasi keagamaan pada layanan yang diberikan, lebih lanjut bahwa ekspresi agama diperiksa melalui identitas diri organisasi, religiusitas peserta, dan definisi ukuran hasil. Peran organisasi berbasis keagamaan dalam pelayanan sosial di suatu negara, tergantung pada keberadaan tradisi saling membantu dan saling menyumbang (Bercovitch, J., & Kadayifci-Orellana, 2009).
Salah satu dari sekian banyak organisasi berbasis keagamaan yang berfokus pada pelayanan sosial adalah Persyarikatan Muhammadiyah, hal tersebut sebagaimana yang dipertegas oleh Lendriyono (2016), Muhammadiyah adalah organisasi yang berlandaskan nilai-nilai Islam. telah memberikan kontribusi yang besar bagi pembangunan di Indonesia melalui tiga misi sosial yang dikenal sebagai amal usaha Muhammadiyah yaitu pelayanan pendidikan, pelayanan kesehatan dan pelayanan sosial seperti lembaga kesejahteraan sosial anak (LKSA). Namun pada kenyataannya bahwa keberadaan pengelolaan pelayanan sosial anak mengalami status quo bila dibandingkan dengan pelayanan kesehatan dan pendidikan yang maju dan unggul seperti bidang pendidikan dan kesehatan. Berdasarkan pada fenomena, gap, serta fakta – fakta yang telah dijelaskan diatas, sehingga alasan tema penilitian ini dipilih menjadi sangat relevan sesuai tujuan penelitian menentukan model MSDM yang professional, berintegritas, dan berkarakter islami sebagai solusi mengatasi masalah internal organisasi pelayanan sosial pada khususnya dan pelayanan sosial anak.
Sebagaimana telah dijelaskan, penelitian ini bertujuan untuk menjelaskan proses manajemen sumber daya manusia pada lembaga kesejahteraan sosial anak muhammadiyah dengan melakukan studi kasus pada LKSA Muhammadiyah Jawa Barat. Hasil Penelitian menyatakan bahwa Manajemen sumber daya manusia pada lembaga kesejahteraan sosial anak muhammadiyah yang mencakup berbagai tahapan dalam prosesnya mulai dari (1). Rekrutmen, penyaringan, dan seleksi pekerja sosial dan personel lainnya. (2). Spesifikasi dan alokasi tugas pekerjaan untuk merancang deskripsi posisi dan pola dan persyaratan staf. (3). Merancang dan melakukan penilaian kinerja. (4). Mengorientasikan, melatih, dan mengembangkan staf. (6). Mengawasi dan melatih kinerja tugas yang sedang berlangsung dan menangani masalah kinerja staf yang belum dilakukan secara sistematis, hal tersebut disebabkan oleh beberapa faktor berikut ; (1) Masih belum optimal dijalankannya secara teknis pembagian kewenangan antara pimpinan LKSA dengan Pimpinan Muhammadiyah pendiri. (2) Pada tataran teknis belum sepenuhnya menjalankan kebijakan dan aturan yang ada karena minimnya pengetahuan dan pemahaman, hal tersebut karena tidak tersosialisasikan secara baik sehingga sering terjadi mis komunikasi dalam penerapannya. (3) Rangkaian proses manajemen yang ada belum secara konsisten dijalankan sehingga sebagian staf yang bekerja memiliki standar yang kurang memadai dan upaya pemenuhan SDM dilakukan secara tertutup yang berfokus pada lingkungan persyarikatan Muhammadiyah. (4) Masih adanya ketidakseragaman pemahaman pada stakeholder internal Muhammadiyah pada level daerah, cabang dan ranting itu sendiri tentang pengelolaan layanan sosial anak sehingga antara keinginan pengelolaan kearah yang profesional terhambat karena masih terdapatnya pemahaman yang memandang layanan sosial anak hanya bersifat altruistik semata.
Sedangkan implementasi nilai – nilai keagamaan (Al – Islam Kemuhammadiyahan) terdapat pada latar belakang berdirinya lembaga, identitas kelembagaan, pengelolaan LKSA serta Manajemen sumber daya manusia. Hal tersebut menandakan bahwa nilai keagamaan menjadi penting keberadannya tidak hanya dari sisi historis dan identitas kelembagaan melainkan terimplementasi sampai pada tataran penyelenggaraan layanan dan juga pengelolaan sumber daya manusia. Pada aspek proses manajemen sumber daya manusia LKSA Muhammadiyah terdapat implementasi nilai keagamaan yang merupakan bagian dari layanan sosial anak Muhammadiyah sebagai upaya untuk syiar nilai yang menjadi pandangan yang diyakini internal Muhammadiyah. Sehingga pemenuhan sumber daya selalu memperhatikan dari aspek pemahaman al islam kemuhammadiyahan seperti pengetahuan keagamaan misalnya pada aspek pengetahuan tentang shalat dan membaca al qur’an, selain itu bahwa sikap dan perilaku (jujur, amanah dan dapat dipercaya). Pada tataran yang sangat praktis Muhammadiyah memiliki pedoman hidup islami bagi setiap orang yang bekerja pada amal usahanya yang semata diarahkan untuk meningkatkan dan mengembangkan LKSA dengan penuh kesungguhan agar amal usaha dapat berlomba-lomba dalam kebaikan. Bentuk lain dari implementasi nilai kegamaaan tersebut terwujud dari kegiatan-kegiatan yang memperteguh dan meningkatkan taqarub kepada Allah dan memperkaya ruhani serta kemuliaan akhlaq melalui pengajian, tadarus serta kajian al-Quran dan as-Sunnah, dan bentuk – bentuk ibadah dan mu’amalah lainnya serta terdapat simbol nilai keagamaan pada setiap area layanan sebagai bagian dari implementasi nilai keagamaan. Hal tersebut dalam rangka menguatkan nilai-nilai keagamaan serta penekanan nilai dan ideologi persyarikatan muhammadiyah untuk menguatkan spirit bekerja pada LKSA serta untuk bisa menjaga ideologi muhammadiya itu sendiri sehingga nilai dan ideologi muhammadiyah dapat terjaga dengan baik.
Sidang Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Prof. Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Dr, Muhammad Fedryansyah, S.Sos., M.Si , Ketua Promotor . Dr. Soni Akhmad Nulhaqim, M.Si Anggota Tim Promotor Dr. Rudi Saprudin Darwis, S.Sos., M.Si, Prof. Adi Fahrudin, PhD serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Dr. Hadiyanto Abdul Rachim, S.Sos, M.I.Kom. Dr. Hery Wibowo, S.Psi, Dr. Muhammad Fedryansyah, S.Sos, M.Si. Representasi Guru Besar Prof. Muhammad Benny Alexandri SE., MM Disertasi yang disusun berjudul “MANAJEMEN SUMBER DAYA MANUSIA LEMBAGA KESEJAHTERAAN SOSIAL ANAK BERBASIS KEAGAMAAN (Studi Kasus Pada LKSA Muhammadiyah Jawa Barat))”. yang dinyatakan lulus dengan predikat “ Sangat Memuaskan”
Selamat atas diraihnya gelar Doktor kepada Dr. Muhammad Sahrul Semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan Intansi tempat bekerja.