Laporan  Kusman Rusmana, Humas FISIP Unpad

[pps.fisip.unpad.ac.id, 08/08/2024] Bandung – Kamis , 08 Agustus 2024 , Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan sidang Promosi Doktor, pada kesempatan ini Nurjamilah, yang merupakan mahasiswa Doktoral Program Studi Ilmu Administrasi Peminatan Administrasi Bisnis resmi menyandang gelar Doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan sidang promosi.

Promovenda dilahirkan di Cianjur pada tanggal 24 November 1995 dari pasangan Bapak Nanang Sadili dan Ibu Eeh Suaebah, sebagai anak kelima dari 5 (Lima) bersaudara. Merupakan seorang istri dari Bapak Dhyka Suwandi, S.A.B., Mempunyai dua anak yaitu Fakhru Nur Syahputra (alm.), Fakhri Nur Bastian. Riwayat Pendidikan : Pendidikan SD diselesaikan pada tahun 2007 di Madrasah Ibtidaiyah Negeri 1 Cianjur, SMP diselesaikan pada tahun 2010 di SMP Negeri 1 Karangtengah, SMK diselesaikan pada tahun 2013 di SMK Negeri 2 Cilaku, Jenjang pendidikan Sarjana Administrasi Bisnis lulus pada tahun 2017 di Universitas Wanita Internasional, Program Magister Administrasi Bisnis diselesaikan tahun 2020 di Universitas Padjajaran Bandung dan pada semester ganjil tahun akademik 2021/2022 masuk kuliah Program Doktor Ilmu Administrasi, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran Bandung.

Riwayat Jabatan/Pekerjaan, pada tahun 2021 s.d sekarang sebagai Dosen Tetap Program Studi Administrasi Bisnis di Universitas Wanita Internasional dan menjabat struktural sebagai Kepala Divisi Kesekretariatan Universitas Wanita Internasional.

Disertasi yang diujikan menurut Nurjamilah, Pembangunan berkelanjutan sebagai aksi global yang telah disepakati oleh para pimpinan dunia yang dituangkan kedalam suatu agenda tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals) melalui pencapaian keseimbangan pilar ekonomi, sosial dan lingkungan dan dituangkan dalam kebijakan yang membuat 17 (tujuh belas) tujuan dan 169 target yang dapat dicapai pada tahun 2030 (SDGs2030Indonesia.org). Pada sektor bisnis diharapkan mampu mentransformasi model bisnis berdasarkan konsep keberlanjutan, sesuai Peraturan Presiden (PERPRES) Nomor 18 Tahun 2020 tentang Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) 2020-2024 melalui inovasi model bisnis berkelanjutan. Model bisnis berkelanjutan merupakan salah satu strategi yang dapat dilakukan sektor bisnis sebagai penerapan kebijakan pembangunan berkelanjutan dalam kegiatan operasional bisnis, agar dapat mendukung kemajuan ekonomi dengan kemampuan dalam mengelola sumber daya alam (SDA), meyediakan lapangan pekerjaan, memberikan pemasukan pada Negara, dan meningkatkan daya beli masyarakat

Pemahaman berkelanjutan dalam pengelolaan pariwisata di Indonesia juga masih sangat perlu menjadi perhatian. Industri Pariwisata merupakan salah satu sektor yang memberikan kontribusi besar dalam meningkatan pendapatan nasional dan perkembangan ekonomi Indonesia. Industri pariwisata sebagai bagian dari industri kreatif yang dikembangkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Negara yang memiliki potensi pariwisata terus mengembangkan potensinya tersebut agar tetap dapat bersaing dengan destinasi lain. United Nations World Tourism Organization (UNWTO) juga mengatakan bahwa kunjungan wisatawan di seluruh dunia diperkirakan meningkat 3,3% pertahun antara tahun 2010 sampai tahun 2030, yang akan mencapai 1,8 miliar. Indonesia merupakan negara

dengan luas daratan dan lautan 5.180.053 kilometer persegi, dengan 17.504 pulau dan 1.340 ras. Kekayaan alam dan budaya semacam ini menjadikan Indonesia memiliki potensi wisata yang besar baik wisata alam, wisata budaya, wisata kuliner dan wisata belanja. Hal tersebut menjadi daya tarik bagi wisatawan domestik bahkan wisatawan mancanegara meng-explore Indonesia. Namun demikian, kondisi pariwisata Indonesia dihadapi dengan berbagai permasalahan tersendiri, salah satunya adalah terkait lokasi atau keberadaan negara Indonesia yang berada di antara tiga lempeng bumi yang terus bergerak sehingga memiliki potensi terjadinya bencana alam seperti gempa bumi, banjir, tsunami, tanah longsor, angin puting beliung, gunung meletus, topan, badai, dll (Demartoto, 2019). Selain bencana alam, sektor pariwisata juga dihadapi dengan peristiwa seperti bencana non alam (seperti kegagalan teknologi dan modernisasi, epidemi, dan wabah penyakit) serta bencana sosial (seperti konflik sosial antar kelompok dan aksi terorisme) (Wahyuni et al., 2021).

Menurut data Laporan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2023, 10 provinsi yang paling banyak dikunjungi wisatawan adalah Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, DKI Jakarta, DI Yogyakarta, Bali, Sulawesi Selatan, Sumatera Utara, Lampung, dan Sumatera Selatan. Pesona daerah-daerah tersebut telah kontribusi dalam peningkatan di setiap tahunnya. Begitu halnya dengan Provinsi Jawa Barat yang merupakan provinsi yang luas dengan berbagai kabupaten dan kota dengan letak yang strategis dalam kegiatan perekonomianya terutama dalam pariwisata. Disamping itu, keragaman daya tarik wisata yang dimiliki kabupaten/kota di Jawa Barat memberikan alternatif pilihan berwisata yang lebih bervariasi bagi wisatawan salah satunya Kab. Cianjur yang merupakan destinasi wisata unggulan provinsi Jawa Barat dengan kondisi daya tarik wisata yang ikut andil dalam perkembangan dan peningkatan struktur perekonomian daerah dan mempercepat pertumbuhan usaha pariwisata didalamnya, potensi produk pariwisata kabupaten Cianjur berdasarkan tiga komponen utama pembentuk produk wisata yaitu atraksi, amenitas dan aksesibilitas. Sebagaimana daerah beriklim tropis, maka di wilayah Cianjur utara tumbuh subur tanaman sayuran, teh dan tanaman hias. di wilayah Cianjur Tengah tumbuh dengan baik tanaman padi, kelapa dan buah-buahan. Sedangkan di wilayah Cianjur Selatan tumbuh tanaman palawija, perkebunan teh, karet, aren, cokelat, kelapa serta tanaman buah-buahan. Potensi lain di wilayah Cianjur Selatan antara lain obyek wisata pantai yang masih alami dan menantang investasi.

Dalam rangka memulihkan sektor pariwisata di masa pandemi Covid-19, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Barat bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Cianjur meluncurkan inovasi. Inovasi ini mengenalkan destinasi unggulan daerah melalui scan barcode. Sesuai fungsinya, wisatawan bisa memindai langsung barcode yang sudah terpasang di RPPJ. Barcode ini bisa dipindai melalui handphone, dan akan menampilkan rekomendasi tempat wisata beserta fotonya. Tak sampai di situ, wisatawan juga bisa mengetahui informasi secara detail mengenai tempat wisata yang hendak dituju. Keterangan itu tertulis di situs SiHACI (Sistem Informasi Hayu Ameng Ka Cianjur).

Pada tanggal 21 November 2022 siang hari (13:21:10 WIB) telah terjadi gempabumi Mw 5.6 di daerah Cianjur, Jawa Barat. Berdasarkan data BMKG, hingga tanggal 22 November 2022 telah tercatat 140 gempa-gempa susulan kedalaman rata-rata sekitar 10 km, Musibah gempa Cianjur berdampak terhadap kerusakan infrastruktur dan bangunan di wilayah bencana. Tak cuma rumah dan fasilitas publik, tapi juga sejumlah tempat wisata yang tercatat sebanyak 92 tempat daya tarik wisata yang terdampak bencana, termasuk sejumlah Desa wisata yang mengalami dampak.

Berdasarkan Nilai peringkat kinerja tahun 2022 untuk sasaran pendapatan sebesar “36,23” dengan predikat sangat rendah. Faktor tidak tercapainya target Pendapatan Asli Daerah dari sektor Pariwisata Tahun 2022 adanya pasca pandemi covid 2019 dan gempa bumi yang menyebabkan rendahkan kunjungan wisatawan ke destinasi wisata maupun pelayanan tempat rekreasi di Kab. Cianjur

Berdasarkan hasil penelitian terhadap indikator inovasi model bisnis berkelanjutan pada usaha pariwisata Kab. Cianjur Jawa Barat ditemukan bahwa pelaksanaannya belum dilaksanakan secara optimal. Berdasarkan wawancara dengan Tim Kepakaran/keahlian dari perwakilan Dinas Pariwisata Kabupaten Cianjur dan masukkan dari para praktisi, berikut adalah beberapa alasan mengapa implementasi inovasi model bisnis berkelanjutan belum optimal yaitu Kurangnya kesadaran dan pemahaman, Keterbatasan sumber daya, baik dari segi keuangan maupun teknologi, Kurangnya kejelasan regulasi atau insentif yang memadai dan Kurangnya kolaborasi dan keterlibatan pemangku kepentinganseperti pemerintah, masyarakat lokal, organisasi non-pemerintah, dan wisatawan, juga dapat mempengaruhi pelaksanaan inovasi model bisnis berkelanjutan.

Meskipun ada beberapa hambatan, inovasi model bisnis berkelanjutan di era digital sangat penting bagi bisnis pariwisata di Kab. Cianjur Jawa Barat yang ingin bertahan dan berkembang dalam jangka panjang. Oleh karena itu, pelaku bisnis pariwisata di Kab. Cianjur Jawa Barat harus memiliki Dynamic Capabilities untuk mengatasi tantangan dan beradaptasi dengan perubahan lingkungan bisnis yang terus berubah. Sektor Bisnis berkelanjutan atau sustainable business merupakan sebuah bisnis yang dapat dijalankan baik pada tempo musiman hingga waktu pelaksanaan tahunan. Kehadiran bisnis diharapkan bukan hanya sekedar memperhatikan segi keuntungan yang didapatkan, tetapi juga memberi manfaat berkelanjutan yang bisa dinikmati pada masa depan (Jorgensen & Pedersen, 2018).

Penelitian sebelumnya telah menunjukkan bahwa kapabilitas untuk menggunakan teknologi digital merupakan salah satu kunci penentu keberhasilan dalam mencapai pembangunan berkelanjutan menurut Aluchna, Maria, and Boleslaw (2008). Oleh karena itu, untuk mencapai inovasi model bisnis, bisnis perlu memastikan keselarasan yang tepat antara upaya digitalisasi dan langkah keberlanjutannya Aluchna et al., (2008); Eikelenboom, et al. (2019), Lakshmi.R, et al. (2018); Parida, et al. (2019). Tetapi bagaimana dan dengan kemampuan apa perusahaan dapat merenovasi model bisnisnya sehingga mampu memperhitungkan masalah sosial dan lingkungan serta faktor ekonomi dengan mempertahankan dinamisme yang cukup untuk merespons perubahan yang cepat dan tepat di era digital Brenner et al. (2018); Leleux, et al. (2018).

Berdasarkan pada fenomena, gap, serta fakta-fakta yang telah diejlaskan di atas, perlu kajian Analisis Faktor-Faktor Inovasi Model Bisnis Berkelanjutan Pada Usaha Pariwisata : Pendekatan Interpretive Structural Modeling (Studi pada Usaha Pariwisata di Kabupaten Cianjur Jawa Barat).

ini memberikan sumber informasi yang berharga bagi pemangku kepentingan terkait, termasuk pemerintah setempat, pengusaha pariwisata, dan masyarakat dengan hasil identifikasi hubungan antara faktor-faktor yang mempengaruhi model bisnis berkelanjutan, sehingga memberikan pemahaman mendalam tentang kompleksitas dan keterkaitan antara berbagai elemen dalam konteks pariwisata terkhusus di Usaha Pariwisata di Kab. Cianjur dan diharapkan dapat menyumbangkan pemikiran baru atau inovasi terkait model bisnis berkelanjutan untuk usaha pariwisata. Melalui analisis ISM, penelitian ini dapat mengidentifikasi elemen-elemen kunci dan hubungan disetiap sub-elemennya, membantu menggambarkan bagaimana model bisnis yang berkelanjutan dapat dikembangkan dan diimplementasikan dengan lebih efektif. Kajian ini memberikan pemahaman secara detail implikasi teknologi untuk memahami kesiapan pelaku usaha terutama bisnis pariwisata terkait Business model Innovation, sustainability, Dynamic Capabilities, dan Digital age dan memberikan model inovasi model bisnis berkelanjutan berdasarkan model klasik sebelumnya untuk adaptasi yang lebih baik terhadap perkembangan digital menggunakan pendekatan kapabilitas dinamis.

Sidang Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Prof. Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Dr. H. R. Anang Muftiadi, S.E., M.Si, Ketua Promotor . Dr. Arianis Chan, S.IP., M.Si, Anggota Tim Promotor  Dr. Tetty Herawaty, S.P., M.Si, Prof. Dr. Ria Arifianti, S.IP., M.Si, .serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Dr. Drs. H. Bambang Hermanto, M.Si., Dr. H. R. Anang Muftiadi, S.E., M.Si. Dr. Pratami Wulan Tresna, S.Sos., M.Si.Representasi Guru Besar Prof. Dr. Drs. H. Budiman Rusli, M.S Disertasi yang disusun berjudul “ANALISIS FAKTOR-FAKTOR INOVASI MODEL BISNIS BERKELANJUTAN PADA USAHA PARIWISATA : PENDEKATAN INTERPRETIVE STRUCTURAL MODELING (Studi pada Usaha Pariwisata di Kab. Cianjur Jawa Barat)” yang dinyatakan lulus dengan predikat “ Sangat Memuaskan” Selamat atas diraihnya gelar Doktor  kepada Dr. Nurjamilah. Semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan Intansi tempat bekerja.