Laporan  Kusman Rusmana, Humas FISIP Unpad

[pps.fisip.unpad.ac.id, 13/08/2024] Bandung – Selasa , 13 Agustus 2024 (12.30), Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan sidang Promosi Doktor, pada kesempatan ini Riswin Lubis, yang merupakan mahasiswa Doktoral Program Studi Ilmu Administrasi Peminatan Administrasi Bisnis resmi menyandang gelar Doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan sidang promosi.

Promovendus dilahirkan di Kotanopan, Kabupaten Mandailing Natal SumateraUtara pada tanggal 11 Februari 1968 dari pasangan Bapak Alm. Imbalo Muhammad T”iza Lubis dan Ibu Almh. Asrah Lubis sebagai anak ke tiga dari empat bersaudara. Promovendus beristirikan Elvrida Sandra Matondang, S.IP,.M.Pd. Mempunyai dua anak yaitu Dhania Azzahrani Lubis, B.IT dan Kafi Haekal Lubis. Riwayat Pendidikan : Sekolah Dasar di SD Negeri 4 Kec. Kotanopan Mandailing Natal, dilanjutkan ke SMPN I Kotanopan Mandailing Natal, kemudian pada SMAN 1 Bandung. Jenjang pendidikan Sarjana diselesaikan di Universitas Sumatera Utara ( USU ) Medan. Sedangkan Program Magister di Untara Banten, dan pada semester genap tahun akademik 2018 masuk kuliah Program Doktor Administrasi Bisnis Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran Bandung. Riwayat Jabatan/Pekerjaan, pada saat ini Promovendus sebagai Ketua Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi ( STIE) Dharma Negara di Bandung sejak tahun 2016 sampai dengan saat ini.

Disertasi yang diujikan menurut Riswin Lubis, Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu wilayah yang memiliki kontribusi tertinggi dalam pertumbuhan ekonomi kreatif secara nasional. Bahkan Jawa Barat sendiri dipilih menjadi salah satu objek survey ekonomi kreatif yang dilakukan oleh BPS-Bekraf, hal ini dinilai dari tingkat pertumbuhan ekonomi kreatif yang cukup tinggi. Dari dahulu hingga sekarang Kota Bandung senantiasa dikenal sebagai pusat kreativitas yang terus berkembang sejalan dengan perkembangan zaman. Ekonomi Kreatif dalam hubungannya dengan Industri Kreatif adalah kegiatan ekonomi yang mencakup industri dengan kreativitas sumber daya manusia sebagai aset utama untuk menciptakan nilai tambah ekonomi (Bekraf, 2019). Identitas Kota Bandung yang didukung dengan industri kreatif yang mendapat perhatian khusus, secara tidak langsung juga berkontribusi dalam membangun ekonomi kreatif secara nasional. Ekonomi kreatif yang dipresentasikan melalui dari inovasi dan kreativitas sumber daya manusia, melekat pada predikat kota Bandung.

Bandung yang terdiri dari 30 kecamatan dan 151 desa/kelurahan dengan jumlah penduduknya mencapai 2.404.589 jiwa, memiliki jumlah pelaku ekonomi kreatif yang cukup besar. Berdasarkan data dari (Patrakomala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung, ) bahwa pelaku ekonomi kreatif Kota Bandung mencapai 2.139 secara keseluruhan dengan pelaku yang sudah terverifikasi sebanyak 1.465 dan pelaku yang belum terverifikasi sebanyak 674, serta pelaku ekonomi kreatif pentahlix bisnis sebanyak 1.593 pelaku ekonomi kreatif hingga tahun 2021. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara yang dilakukan peneliti terhadap pelaku industri kreatif Kota Bandung. Peneliti mengamati bahwa beberapa subsector industry kreatif kota Bandung kurang efektif dalam manajemen proses bisnis, seperti masih sering terhambatnya proses produksi karena terganggunya rantai pasok bahan baku dan minimnya proses pengendalian sehingga objek proses tidak tercapai, proses yang berulang dan saling tumpang tindih dan proses produksi terpisah satu sama lain.

Kemudian masalah terkait dengan strategi proses bisnis yang tidak terukur, tata kelola keuangan yang tidak terukur, data dan informasi yang tidak terkomputerisasi, serta tidak memberikan value bagi perusahaan. Melihat kondisi tersebut, maka entrepreneurial leadership sangat dibutuhkan agar dapat mengelola sebuah usaha untuk tetap dapat bertahan dan mengembangkan usahanya ditengah-tengah persaingan yang semakin ketat. Penelitian ini dilakukan untuk melihat tren bisnis proses manajemen dari pelaku industry kreatif Kota Bandung.

Selain itu, relevansi bisnis proses manajemen dengan financial governance untuk menggaris bawahi pentingnya data dan informasi dalam proses bisnis. Proses bisnis harus diselaraskan dengan strategi bisnis, kebutuhan pelanggan dan tujuan bisnis, sehingga pencapaian tujuan proses dapat diukur dan dikendalikan.

Keterkaitan business process management dengan UKM sangat riil dan erat, dimana business process management akan meningkatkan keunggulan pelaku UKM dan membuat pengelolaannya menjadi efektif dan efisien.

Permasalahan pada tata kelola keuangan pelaku industry kreatif kota Bandung menyebabkan ancaman pada keberlangsungan operasional perusahaan dalam memproduksi produk dimasa yang akan datang. Keberlanjutan proses produksi tidak akan tercipta tanpa adanya tata kelola keuangan untuk mengelola sumber daya modal. Salah satu faktor yang sangat berdampak terhadap tata kelola keuangan pelaku industry kreatif adalah kemampuan untuk mengakses sumber modal eksternal.

Berdasarkan hasil penelitian menggunakan metode analisis SEM-PLS dapat diambil beberapa kesimpulan sesuai tujuan penelitian dan hipotesis yang sudah diajukan sebelumnya dengan hasil sebagai berikut:

1) Entrepreneurial leadership memiliki pengaruh positif dan signifikan terhadap business process management, artinya semakin baik Entrepreneurial Leadership maka akan diikuti oleh semakin baiknya Business Process Management, 2) Innovation capacity memiliki pengaruh positif signifikan terhadap business process management, artinya dimana semakin baik Innovation Capacity maka akan diikuti oleh semakin baiknya Business Process Management,

3) Workplace performance memiliki pengaruh positif signifikan terhadap business process management, artinya dimana semakin baik Workplace Performance maka akan diikuti oleh semakin baiknya Business Process Management, 4) Entrepreneurial leadership memiliki pengaruh positif signifikan terhadap financial governance, artinya dimana semakin baik Entrepreneurial Leadership maka akan diikuti oleh semakin baiknya Financial Governance,

5)     Innovation capacity memiliki pengaruh positif signifikan terhadap financial governance, artinya dimana semakin baik Innovation Capacity maka akan diikuti oleh semakin baiknya Financial Governance, 6) Workplace performance memiliki pengaruh positif signifikan terhadap financial governance, artinya dimana semakin baik Workplace Performance maka akan diikuti oleh semakin baiknya Financial Governance, 7) Business process management memiliki pengaruh positif signifikan terhadap financial governance, artinya dimana semakin baik Business Process Management maka akan diikuti oleh semakin baiknya Financial Governance.

Sidang Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Prof. Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Dr. H. R. Anang Muftiadi, S.E., M.Si, Ketua Promotor . Prof. Dr. Mohammad Benny Alexandri, SE., MM Anggota Tim Promotor  Dr. Tetty Herawaty, S.P.,M.S.i, Dr. Pratami Wulan Tresna, S.Sos.,M.Si .serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Prof. Dr. Hj.Ria Arifianti, S.IP., M.Si, Dr. Herwan A.Muhyi, S.IP.,M.Si. Rivani, S.IP., MM,.DBA.Representasi Guru Besar Prof. Dr. Drs. H. Budiman Rusli, M.S Disertasi yang disusun berjudul “PENGARUH ENTREPRENEURIAL LEADERSHIP, INNOVATION CAPACITY, WORKPLACE PERFORMANCE TERHADAP FINANCIAL GOVERNANCE MELALUI BUSINESS PROCESS MANAGEMENT PADA INDUSTRI KREATIF KOTA BANDUNG” yang dinyatakan lulus dengan predikat “ Sangat Memuaskan”

Selamat atas diraihnya gelar Doktor  kepada Dr. Riswin Lubis. Semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan Intansi tempat bekerja.