
Bandung- Selasa, 13 Agustus 2019 (09.00), Bertempat di Gedung A Lt.2, Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan ujian terbuka Promosi Doktor, pada kesempatan ini Juliannes Cadith yang merupakan mahasiswa Doktor Program Studi Ilmu Administrasi Publik dan sebagai PNS Dosen FISIP Universitas Sultan Ageng Tirtayasa Serang Banten, resmi menyandang gelar doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan ujian terbuka.
Ujian terbuka Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Ida Widianingsih, S.IP.,M.A.,Ph.D., Ketua Tim Promotor Dra. Mudiyati Rahmatunnisa, M.A., Ph.D. Anggota Tim Promotor Dr. Drs. Asep Sumaryana, M.Si. dan Prof. Dr. JB Kristiadi serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Dr. Dra. Rita Myrna, M.Si. Dr. Drs. H. Entang Adhy Muhtar, M.S. dan Dr. Nina Karlina, S.IP.,M.Si. Representasi Guru Besar Prof. Dr. Drs. Sam’un Jaja Rahrja, M.Si. Disertasi yang disusun berjudul “Kolaborasi dalam Pengelolaan Wilayah Pesisir di Teluk Banten”, yang dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan.
Disertasi yang diujikan menurut Juliannes Cadith, Wilayah pesisir merupakan modal dasar pembangunan pada masa yang akan datang. Pentingnya pesisir Teluk Banten dilihat dari beberapa parameter seperti ; nilai sejarah, nilai lingkungan, nilai ekonomi serta nilai keamanan. Pengelolaan wilayah pesisir Teluk Banten dihadapkan kepada persoalan yang saling terkait satu dengan yang lain seperti aspek biofisik, tingginya ancaman terhadap keberadaan ekosistem, aspek ekonomi tingginya pertumbuhan industri yang kurang bersinergi, aspek sosial adalah tingginya pertumbuhan penduduk dan frekuensi konflik yang meningkat terutama berkaitan dengan alokasi pemanfaatan sumber daya yang dirasakan kurang adil oleh masyarakat. Dibutuhkan pengelolaan pesisir Teluk Banten yang utuh dan terintegrasi tanpa dipengaruhi batas-batas administratif, kepentingan sektoral, dan kepentingan kelompok melalui aksi kolektif. Mekanisme untuk mengatasi permasalahan aksi kolektif ini adalah dengan menerapkan sistem governance yang dapat menyatukan kepentingan melalui konsensus bersama, sehingga dapat mengoptimalkan keuntungan dari aksi kolektif
Berbagai kebijakan pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya pesisir telah dilahirkan yang mengamanatkan pengelolaannya secara terpadu dan berkesenambungan. Implemetasi berbagai kebijakan tersebut menghadapi beragam tantangan antara lain Ketidakseimbangan sumber daya, Lemahnya komitmen para aktor, relasi para aktor yang kurang mendukung, tidak adanya mekanisme perlindungan terhadap akses masyarakat serta belum adanya perda zonasi wilayah pesisir di Provinsi Banten.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui relasi antar aktor, faktor –faktor yang mempengaruhi kolaborasi antar aktor serta membangun model kolaborasi dalam pengelolaan wilayah pesisir di Teluk Banten. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif. Teknik pengumpulan data yang dipergunakan adalah wawancara, observasi serta studi kepustakaan. Analisis data yang digunakan adalah model interaktif dari miles, Matthew B; Huberman, A. Michael;Saldana,Johny,(2014) serta pendekatan prospective analysis dengan mempergunakan mactor analysis.
Hasil penelitian menunjukan pertama relasi antar aktor dalam pengelolaan wilayah pesisir di Teluk Banten menunjukan pengelolaan secara dependen dan dikelola secara sektoral serta blm terpadu yang berimbas terhadap implementasi peran dan fungsi organisasi yang tumpang tindih, Kedua faktor – factor yang mempengaruhi kolaborasi dalam pengelolaan pesisir di Teluk Banten di pengaruhi oleh 10 faktor seperti yang disampaikan oleh Anshell dan Gash, ketiga Model collaborative governance yang efektif dalam pengelolaan pesisir Teluk Banten disusun dengan memodifikasi model yang digagas oleh Ansell dan Gash (2008) . Modifikasinya terdapat pada dua hal pertama kepemimpinan yaitu Keberhasilan dalam pengelolaan pesisist Teluk Banten yang kolaboratif sangat ditentukan gaya (Style) kepemimpinan yang diterapkan/ digunakan, kedua tambahan variabel yaitu variabel kondisi sosial politik dan perbedaan preferensi para aktor.

Kata Kunci: Kolaborasi, pengelolaan, wilayah pesisir
Selamat kepada Dr. Juliannes Cadith, S.Sos., M.Si. semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan memajukan dunia pendidikan serta instansi tempat mengabdi.
(Oleh : Komar K., Kusman R. / Humas FISIP Unpad)
http://pps.fisip.unpad.ac.id