Pemaparan Promovendus

Laporan  Kusman R, Humas FISIP Unpad

 

[pps.fisip.unpad.ac.id, 28/6/2021] Bandung – Seni, 4 Juni 2021 (09.00), Daring via Zoom.us, Program Doktor Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik, Universitas Padjadjaran kembali melaksanakan sidang Promosi Doktor, pada kesempatan ini Muhammad Juliansyah Putra yang merupakan mahasiswa Doktor Program Studi Ilmu Administrasi Peminatan Administrasi Bisnis Pada saat ini Promovendus sebagai Pegawai BUMN PT Kereta Api Indonesia dan terakhir menjabat sebagai Junior Manager Recruitment dan Promovendus juga tercatat sebagai Tenaga Pendidik (Dosen) serta tenaga Administratif di Universitas PGRI Palembang. resmi menyandang gelar Doktor di Universitas Padjadjaran, setelah menyelesaikan siding promosi.

Disertasi yang diujikan menurut  Muhammad Juliansyah Putra Pengembangan pariwisata di Kota Palembang yang mulai dijalankan dimulai dari pengembangan destinasi wisata. Selain mengembangkan destinasi wisata, pembangunan sektor pariwisata juga sangat membutuhkan optimalisasi peran keseluruhan stakeholder untuk mengoptimalkan pelaksanaan pembangunan termasuk dalam pembangunan pariwisata. Stakeholder yang dapat ikut andil dalam pengembangan pariwisata selain pemerintah adalah masyarakat sebagaimana pendapat yang dikemukakan oleh Muljadi (2012:25) bahwa kepariwisataan Indonesia berorientasi dari rakyat, oleh rakyat dan untuk rakyat, sehingga kekuatan inti pariwisata Indonesia berada di tangan rakyat atau disebut pembangunan kepariwisataan berbasis masyarakat (Community Based Tourism Development), sesuai dengan yang diamanatkan dalam Peraturan Pemerintah No. 50 tahun 2011 tentang Rencana Pembangunan Induk Kepariwisataan Nasional Tahun 2010-2025 bahwa pengembangan pariwisata dilakukan dengan meningkatkan kapasitas SDM dan meningkatkan kesadaran serta peran masyarakat maupun Perguruan Tinggi, yang saat ini masih dalam tahap pengembangan lebih efektif dan efisien oleh Dinas Pariwisata Kota Palembang.

Sesuai dengan Rencana Strategis Dinas Pariwisata Kota Palembang Tahun 2018– 2023, Pemerintah Kota Palembang berupaya meningkatkan keanekaragamanserta ciri khas budaya yang bisa dijadikan nilai potensi dan peluang pada sektor pariwisata, ditawarkan ke wisatawan dan menjadi tujuan wisata baru. Lebih jauh lagi, stakeholder atau pemangku kepentingan dapat diartikan sebagai individu atau kelompok yang secara aktif terlibat serta terkena dampak baik positif maupun negatif dari hasil pelaksanaan kegiatan. Dalam analisis pariwisata berkelanjutan sebelumnya pemerintah di sektor pariwisata berkomitmen untuk menciptakan perkembangan yang positif melalui sinergi dari lima pemangku kepentingan utama pariwisata yang disebut dengan pentaheliks, yakni akademisi, pelaku bisnis, pemerintah, komunitas, dan media.

Salah satu strategi yang dicanangkan pemerintah dalam pengembangan pariwisata adalah melalui penggunaan kolaborasi Model Pentahelix. Model Pentahelix pertama kali dicanangkan oleh Menteri Pariwisata Arief Yahya serta dituangkan ke dalam Peraturan Menteri (Permen) Pariwisata Republik Indonesia No. 14 Tahun 2016 tentang Pedoman Destinasi Pariwisata Berkelanjutan bahwa untuk menciptakan orkestrasi dan memastikan kualitas aktivitas, fasilitas,

Model kolaborasi pentahelix ditujukan guna mewujudkan inovasi yang didukung oleh berbagai sumber daya tersedia maupun potensial yang saling berinteraksi secara sinergis. Hal tersebut dapat juga digunakan berbagai bidang termasuk pariwisata yang di dalamnya terlibat beragam pemangku kepentingan yang mewakili berbagai minat dengan bermuara pada pencapaian tujuan bersama. Bila satu saja unsur pentahelix tidak menjalankan perannya, maka menjadi kendala.Kelima unsur tersebut meliputi kalangan akademisi, kalangan bisnis atau pelaku industri, komunitas, media, dan pemerintah. Pemerintah disini tak hanya Dinas Pariwisata, namun juga berkolaborasi dengan dinas lain seperti kebudayaan, perhubungan, perdagangan, bisa juga kepolisian, badan ekonomi kreatif, dan lain sebagainya.

Berbeda dengan penelitian sebelumnya yang pernah ada, penelitian ini menciptakan suatu model koordinasi dan kolaborasi sebagai pengembangan dari model pentehelix menjadi model baru yakni hexahelix dalam pengembangan potensi pariwisata. Dengan demikian, model yang dihasilkan didalam penelitian ini nantinya akan jauh lebih komprehensif menggabungkan kolaborasi berbagai stakeholder yang ada agar hasil dari beberapa penelitian model pentahelix dan menyempurnakan model pengembangan terbaru yang lebih orisinil.

Oleh karena itu, kerangka pemikiran dalam penelitian ini disusun dengan memodifikasi menganalisis dan menggabungkan Komponen Teori “Pengembangan Destinasi Wisata (Cooper, C., Fletcher, J., Gilbert, D., & Wanhill, S, 2008) dan Komponen Teori “Sustainability Tourism Competitiveness (STC) oleh Simone Alves (2015), dengan Model Kolaborasi. Stakeholder yang ada yang diadopsi dari Model Pentahelix (Lindmark, Sturesson &Roos, 2009: 24). Hal ini dilakukan dengan dasar dan maksud menghasilkan model baru yakni “Model Pengembangan Destinasi Wisata dalam kerangka Sustainability Tourism Competitiveness (STC) di Kota Palembang”

Penelitian ini menggunakan metode penelitian deskriptif kualitatif untuk menggambarkan dan menganalisis Model Pengembangan Destinasi Wisata dalam Kerangka Sustainability Tourism Competitiveness (STC) di Kota Palembang. Penelitian ini juga bersifat terbuka, artinya masalah penelitian disajikan didepan, bersifat fleksibel dan subject to change, sesuai dengan proses kerja yang terjadi di lapangan. Pengambilan data utama dilakukan melalui in-depth interview terhadap informan kunci, observasi dan dokumentasidata dari unsur yang terlibat (model hexahelix) dengan menggunakan teori pengembanganwisata yang berkelanjutan dan berdaya saing.

Sidang Promosi Doktor dipimpin oleh Ketua Sidang Dr. R. Widya Setiabudi Sumadinata, Sekretaris Sidang Dr. H. R. Anang Muftiadi, S.E., M.Si. Ketua . Dr. Drs. H. Bambang Hermanto, M.Si.. Anggota Tim Promotor Dr. Drs. Iwan Sukoco, M.Si. Dr. Dr. Suryanto, S.E., M.Si. serta tim Oponen Ahli/Penguji yang terdiri dari Dr. Zulkifli Harahap, M.Mpar., CHE. Dr. H. Herwan A. Muhyi, S.IP., M.Si. dan Dr. Tetty Herawaty, S.P. M.Si.,. Representasi Guru Besar Prof. Dr. Drs. H. Opan S. Suwartapradja, M.Si., Disertasi yang disusun berjudul “MODEL PENGEMBANGAN DESTINASI WISATA DALAM KERANGKA SUSTAINABILITY TOURISM COMPETITIVENESS (STC) DI KOTA PALEMBANG” ” yang dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan

 

Selamat atas diraihnya gelar Doktor  kepada Dr. Muhammad Juliansyah Putra. semoga gelar dan ilmu yang didapatkan dapat berguna bagi dunia pendidikan, dan memajukan dunia pendidikan serta instansi tempat mengabdi.